Hatur Nuhun Ferdiansyah
BANDUNG, SATU BIRU – Dalam dunia sepak bola profesional, keputusan untuk berpisah seringkali kali bukan tentang siapa yang terbaik, melainkan tentang di mana seorang pemain bisa bertumbuh paling optimal. Persib Bandung resmi mengambil langkah matang tersebut dengan mengakhiri kerja sama bersama Ferdiansyah Cecep usai kompetisi Super League 2025/26.
Keputusan ini bukan sekadar pemutusan kontrak, melainkan sebuah bentuk dukungan nyata klub terhadap pengembangan karier pemain binaan agar mendapatkan panggung yang lebih luas.

Dilema Pemain Muda di Tim Raksasa
Ferdiansyah, lulusan akademi yang promosi ke tim senior pada musim 2022/23, menghadapi realitas umum yang dialami pemain muda di klub elit: persaingan yang sangat ketat. Di bawah asuhan pelatih-pelatih besar seperti Robert Alberts, Luis Milla, hingga Bojan Hodak, Ferdiansyah belajar dalam lingkungan kompetitif tingkat tinggi.
Namun, Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa klub menyadari pentingnya menit bermain bagi seorang pemain muda.
“Persaingan di tim utama memang sangat kompetitif. Setelah sempat menjalani masa peminjaman bersama Semen Padang, kami bersama-sama melihat bahwa langkah terbaik saat ini adalah memberikan kesempatan kepadanya untuk melanjutkan perjalanan karier bersama klub lain,” ujar Adhitia.
Ini adalah bukti komitmen Persib bahwa kesuksesan pemain muda tidak hanya diukur dari seberapa lama mereka bertahan di skuad utama, tetapi seberapa jauh mereka berkembang menjadi profesional yang utuh.

Jejak Sang Juara: Bagian dari Sejarah Emas
Meski harus berpisah, nama Ferdiansyah akan selalu terukir dalam tinta emas sejarah klub. Ia bukan sekadar pelengkap skuad; ia adalah bagian integral dari generasi yang membawa Persib kembali ke puncak kejayaan.
Ferdiansyah tercatat sebagai bagian dari skuad yang meraih gelar juara Liga 1 secara beruntun pada musim 2023/24 dan mempertahankannya pada musim 2024/25. Sebuah pencapaian historis yang menempatkan Persib sebagai penguasa sepak bola Indonesia di era tersebut.
Debutnya yang ikonik saat menggantikan Ezra Walian melawan Dewa United di Stadion Manahan, 14 Desember 2022, menjadi awal dari perjalanan yang membawanya mencatatkan 21 penampilan di Liga 1 dan satu penampilan di AFC Champions League Two. Lebih dari angka statistik, mentalitas juara telah tertanam dalam dirinya selama mengenakan lambang Pangeran Biru.
Apresiasi dan Doa Terbaik
Pihak manajemen menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas profesionalisme Ferdiansyah. Karakter dan mentalitas yang ditempa di lingkungan Persib diharapkan menjadi fondasi kuat baginya di klub berikutnya.

“Kami mengucapkan hatur nuhun atas dedikasi dan kerja kerasnya. Ferdiansyah akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar PERSIB,” tambah Adhitia.
Perpisahan ini menandakan babak baru bagi Ferdiansyah Cecep. Dengan bekal pengalaman juara dan didikan akademi terbaik, ia siap menghadapi tantangan baru untuk membuktikan kualitasnya di tempat lain.
Hatur nuhun, Ferdiansyah. Terima kasih telah berjuang dan menjadi bagian dari sejarah emas Persib. Sukses selalu untuk langkah selanjutnya.
Source: PERSIB BANDUNG
