Rotasi Besar Berbuah Manis, PERSIB Jadi Tim Pertama Amankan Tiket Semifinal Piala Presiden 2026
KABUPATEN BANDUNG — Igor Tolic tidak sedang bermain aman. Di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa malam, 28 Juli 2026, pelatih asal Kroasia itu justru mengambil keputusan yang jarang dilakukan di fase grup: merombak total komposisi starting eleven. Hanya Kakang Rudianto dan Ikhwan Tanamal yang dipertahankan dari laga sebelumnya. Selebihnya, wajah-wajah baru dan pemain muda mendapat panggung.
Pertaruhan itu berujung manis. PERSIB menaklukkan DPMM FC 1-0 lewat penalti Balsa Sekulic di menit ke-74, sekaligus mengukuhkan diri sebagai tim pertama yang memastikan tiket semifinal Piala Presiden 2026. Koleksi enam poin sempurna dari dua laga menjadi bukti bahwa kedalaman skuad Pangeran Biru bukan sekadar slogan.

Pernyataan Sikap dari Tolic
Keputusan Tolic merotasi hampir seluruh skuad sebenarnya menyimpan pesan yang jelas. Di tengah jadwal padat menuju kompetisi resmi musim 2026/2027, pelatih 45 tahun itu ingin memastikan bahwa setiap pemain — bukan hanya sebelas nama utama — siap ketika musim dimulai.
Fitrah Maulana dipercaya menjaga gawang, sebuah ujian nyata bagi kiper muda tersebut. Di lini belakang, Julio Cesar kembali berduet dengan Dion Markx, diapit Al Hamra Hehanussa dan Kakang Rudianto. Sementara di jantung lini tengah, Dedi Kusnandar memimpin dua wajah muda: Nazriel Alfaro Syahdan dan Muhammad Adzikry Fadlillah. Di sektor serang, Ikhwan Tanamal ditugaskan menopang duet Rafi Rasyiq dan Ramon “Tanque” De Andrade Souza.
Formasi ini jelas bukan komposisi terbaik PERSIB. Namun justru di situlah letak bobot kemenangan ini. PERSIB tidak hanya menang; mereka menang dengan wajah yang berbeda, membuktikan bahwa sistem Tolic mampu bekerja melampaui ketergantungan pada segelintir nama besar.
Babak Pertama yang Menggigit
Empat puluh lima menit pertama berjalan dengan tensi tinggi. DPMM FC, yang datang dengan persiapan matang, tidak gentar menghadapi dominasi penguasaan bola PERSIB. Lini tengah PERSIB yang dihuni pemain muda memang menguasai ritme, namun ketajaman di sepert akhir lapangan masih terasa kurang.
Rafi Rasyiq, yang baru saja dipromosikan dari tim EPA, beberapa kali merepotkan pertahanan DPMM dengan pergerakan cerdasnya. Namun kerja sama dengan Ramon yang baru beberapa hari berlatih bersama belum menghasilkan kombinasi yang mematikan. Babak pertama pun berakhir tanpa gol, meninggalkan pekerjaan rumah bagi Tolic di ruang ganti.

Wajah Baru, Gol Pertama
Perubahan besar terjadi di awal babak kedua. Tolic menarik Rafi, Hamra, dan Adzikry, memasukkan Luka Menalo, Rosembergne “Berguinho” Da Silva, serta Uilliam Barros. Keputusan ini mengubah wajah permainan PERSIB secara drastis.
Menalo, dengan visi dan kemampuannya mendistribusikan bola, menjadi kunci dari gol tunggal pertandingan. Kehadirannya membuat lini serang PERSIB jauh lebih berbahaya.
Menit 69 menjadi momen paling menegangkan. Bermula dari umpan silang Menalo, terjadi kemelut di depan gawang DPMM. Sontekan Sekulic dan Adam Alis beruntun berhasil digagalkan. Dua menit berselang, Menalo mendapat umpan terobosan dari Sekulic, namun ia dijatuhkan di dalam kotak penalti. Wasit, setelah sempat ragu sejenak, menunjuk titik putih.
Eksekusi penalti di menit ke-74 sebenarnya sempat dibaca oleh kiper Somerville. Namun Balsa Sekulic, dengan ketenangan seorang penyelesai ulung, tetap berhasil menaklukkan sang kiper. Gol. Stadion Si Jalak Harupat meledak.
Sekulic nyaris menggandakan keunggulan di menit ke-80, namun sepakannya masih mampu diantisipasi Somerville dengan baik.
Heroik Julio dan Menit-Menit Penghabisan
Kemenangan 1-0 jarang sekali terasa nyaman. DPMM FC, yang terdesak, mulai menekan habis-habisan di sepuluh menit terakhir. Di sinilah karakter PERSIB diuji.
Menit ke-84 menjadi momen penyelamatan malam itu. Sebuah sundulan berbahaya dari pemain DPMM FC mengarah ke sudut gawang, namun Julio Cesar dengan refleks luar biasa berhasil menjadikannya penyelamatan krusial. Tanpa aksi heroik bek Brasil tersebut, PERSIB mungkin harus puas dengan satu poin.
Tolic kemudian memasukkan Gakuto Notsuda dan Faris Abdul Hafidz menggantikan Dedi Kusnandar dan Kakang Rudianto di menit ke-82, sebuah langkah taktis untuk menjaga kesegaran di menit-menit krusial. Enam menit tambahan waktu dimainkan dengan PERSIB yang lebih fokus mempertahankan keunggulan. Julio Cesar kembali bekerja keras, berulang kali menghalau bola jauh dari titik penalti.
Peluang terakhir datang dari tendangan bebas Berguinho di menit-menit akhir, namun eksekusinya melambung jauh. Wasit pun meniup peluit panjang. Pesta kecil pun pecah di sudut lapangan.

Lebih dari Sekadar Tiga Poin
Kemenangan ini memiliki makna yang jauh melampaui sekadar lolos ke semifinal. PERSIB membuktikan bahwa mereka memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Pemain muda seperti Fitrah, Nazriel, dan Adzikry mendapat pengalaman berharga di level senior. Pemain seperti Sekulic dan Menalo menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi pembeda ketika diturunkan.
Yang terpenting, Tolic kini memiliki lebih banyak opsi. Menjelang kompetisi resmi musim 2026/2027, memiliki skuad yang dalam bukan lagi kemewahan, melainkan keharusan. Dan malam ini, PERSIB menunjukkan bahwa mereka memilikinya.
Di semifinal, PERSIB akan menunggu lawan dari Grup B. Apapun nama lawan tersebut, satu hal yang pasti: Pangeran Biru datang dengan kepercayaan diri yang membumbung tinggi. Bukan hanya karena mereka lolos sebagai tim pertama, tetapi karena mereka lolos dengan cara yang mengesankan — menang dengan wajah yang berbeda, dan tetap terlihat meyakinkan.
Perjalanan menuju trofi masih panjang. Namun jika penampilannya di fase grup ini adalah indikator, maka Bobotoh boleh mulai bermimpi lebih tinggi.
Source: PERSIB BANDUNG
