PERSIB Dampingi Pemulihan Psikologis Pemain U-18
BANDUNG, SATUBIRU.COM – Di balik kerasnya persaingan di atas lapangan hijau, ada satu hal yang tak boleh kalah penting dari taktik dan fisik: jiwa dan mental manusia yang memainkannya.
Menyadari hal tersebut, manajemen PERSIB Bandung kembali membuktikan bahwa klub ini bukan sekadar tempat menimba ilmu sepak bola, melainkan rumah yang mengayomi. Sebagai bentuk komitmen pemulihan pascakejadian kekerasan yang sempat mengguncang tim, PERSIB menggelar kegiatan psikoedukasi dan pendampingan psikologis khusus bagi skuad PERSIB U-18 di Royal Box, Stadion GBLA, Selasa (20/10/2026).
Bergandengan dengan psikolog klinis dan olahraga, Rizka Safitri M.Sc., M.Psi., kegiatan ini tidak hanya memanggil para pemain muda, tetapi juga merangkul tim pelatih, staf, hingga orang tua pemain. Tujuannya satu: membangun kembali rasa aman, kepercayaan diri, dan fondasi mental yang kokoh.
“Mereka Adalah Keluarga, Bukan Sekadar Aset”
Head of Communications PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menegaskan bahwa filosofi pembinaan PERSIB melampaui garis putih di lapangan. Kesejahteraan mental pemain muda adalah harga mati.
“Bagi kami, pemain adalah bagian penting dari keluarga besar PERSIB. Perhatian manajemen tidak hanya berfokus pada perkembangan mereka di lapangan, tetapi juga pada kondisi psikologis dan rasa aman mereka,” tegas Adhi.
“Kami ingin memastikan para pemain, pelatih, staf, hingga orang tua mendapatkan dukungan yang dibutuhkan. Kami paham setiap orang punya proses pemulihan yang berbeda. PERSIB akan terus hadir, karena tumbuh bersama berarti saling menjaga, terutama di masa-masa tidak mudah seperti ini,” tambahnya.
Ruang Aman untuk Tumbuh dan Pulih
Senada dengan manajemen, Head of Elite Pro Academy (EPA) PERSIB, Imam Arief Fadhillah, melihat inisiatif ini sebagai langkah krusial. Ia memahami betul bahwa beban emosional pascakejadian kekerasan bisa menjadi tembok tebal bagi pemain yang masih muda dan sedang gigih mengejar mimpi.
“Program ini sangat baik untuk membantu anak-anak pulih. Pengalaman kemarin pasti berat, apalagi mereka masih muda dan sedang berjuang meraih cita-cita. Meski latihan fisik sudah berjalan, kondisi batin mereka tetap harus kita kawal,” ungkap Imam.
Imam berharap, lingkungan yang suportif dari pelatih dan orang tua akan menjadi “tameng” bagi para pemain, sehingga mereka bisa mengelola emosi dan kembali menikmati proses pembinaan dengan gembira.
Senyum Bangkit dari Sang Pemain
Dukungan penuh dari klub dan lingkungan tampaknya mulai membuahkan hasil. Muhammad Erlangga Fajriawan, salah satu pemain PERSIB U-18, menyampaikan kabar baik. Fisiknya yang kian bugar kini diimbangi dengan tekad untuk menatap ke depan, bukan menoleh ke belakang.
“Alhamdulillah, kondisi fisik saya semakin baik dan sudah kembali latihan seperti biasa. Saya berusaha untuk tidak terus-menerus memikirkan kejadian kemarin dan fokus ke depan,” ujar Fajri dengan nada optimis.
“Harapan saya dan teman-teman, kami bisa bermain lebih lepas, percaya diri, dan memberikan yang terbaik untuk PERSIB pada pertandingan berikutnya,” tutupnya.
Dua Sesi Penting: Merangkul Orang Tua dan Pemain
Agar pemulihan berjalan maksimal, PERSIB dan tim psikolog merancang dua sesi strategis dalam kegiatan ini:
- Membangun Support System: Sesi khusus untuk orang tua dan pelatih. Fokusnya adalah menciptakan komunikasi terbuka dan lingkungan rumah/latihan yang aman secara emosional.
- Stabilisasi Emosi Pemain: Sesi konseling kelompok bagi para pemain U-18. Di sini, mereka belajar mengelola respons emosional, menyepakati ruang aman untuk bercerita, dan mempersiapkan mentalitas baja menjelang laga tandang.
Melangkah lebih jauh, PERSIB ingin menanamkan pemahaman bahwa menjadi juara bukan hanya tentang mengangkat trofi, tetapi tentang bagaimana sebuah institusi melindungi, mendewasakan, dan memanusiakan para talenta mudanya.
Bagi PERSIB, kepedulian, kebersamaan, dan keselamatan adalah fondasi. Dan dari Royal Box GBLA hari itu, pesan tersebut tersampaikan dengan lantang: Di keluarga besar PERSIB, tidak ada yang berjuang sendirian
Source: PERSIB BANDUNG

