International Relations English Club (IREC) Universitas Katolik Parahyangan Mengenalkan Kekayaan Budaya Indonesia
BANDUNG, SATUBIRU.COM – International Relations English Club (IREC), wadah minat di bawah HMPSHI Universitas Katolik Parahyangan mengadakan kegiatan tahuna Experience Indonesia (EXID) 2026. Tahun ini, EXID mengusung tema “Experiencing Indonesian Culture 2026: Tales, Tunes, and Taste.” Acara ini merupakan program interaktif yang bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus mengasah kemampuan berbahasa Inggris.
Dalam acara tersebut dihadiri oleh kurang lebih 50 peserta yang bukan hanya berasal dari Indonesia namun berasala dari manca negara. Acara tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 13 Juni 2026 di Lantai 3 Gedung PPAG 2 Selatan, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.

Dalam kegiatan tersebut sangat terlihat antusiasme dari para peserta yang hadir disana. Dan hal yang cukup mengagumkan juga bahwa peserta yang berasal dari manca negara pun sangat antusias dalam mengikuti acara tersebut. Materi yang disampaikan kali ini adalah tentang Wayang Golek dan Gamelan. Dimana Diang Taryanga beserta rombongan dari Padepokan Giri Jinawi Raharja yang beperan sebagai Pemateri pada saat itu.
Ini menjadi sangat bagus, karena yang selama ini Wayang Golek dan Gamelan identik dengan kebudayaan orang lokal kini dapat dikenal oleh manca negara. Dan yang lebih menariknya lagi, penyampaian materi kebudayaan tersebut menggunakan bahasa Inggris.
Diakhir sesi setelah materi disampaikan, para peserta diajak untuk dapat belajar menggunakan Wayang Golek dan Gamelan secara langsung. Seluruh Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang pada saat itu diwajibkan untuk membuat naskah yang kemudian mereka praktikan sambil menggunakan wayang.

“Event seperti ini akan coba kita terus jalankan guna melestarikan kebudayaan Indonesia khususnya Sunda. Jadi kita mengenalkan Wayang Golek dan Gamelan ini dengan cara yang berbeda. Kita akan teruskan perjalanan ini dari satu kampus ke kampus lainnya. Untuk kampus – kampus Indonesia, ini menjadi awal dan langkah yang baik karena ternyata respon dari peserta luar biasa bukan hanya lokal bahkan manca negara “. Tutur Diang Taryanga.

