UMKM Jabar Perluas Akses Pasar dan Pembiayaan melalui Sosialisasi Pengadaan Barang dan Jasa
KOTA BANDUNG – Sebanyak 200 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengikuti Sosialisasi Pengadaan Barang dan Jasa serta Akses Pembiayaan bagi UMKM yang digelar di Aula UPTD P3W, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM, khususnya melalui pemahaman mengenai peluang pengadaan barang dan jasa pemerintah serta akses terhadap berbagai sumber pembiayaan.

Bagi pelaku UMKM, penguatan kapasitas menjadi salah satu faktor penting untuk mengembangkan usaha. Selain kemampuan produksi dan pemasaran, pelaku usaha juga perlu memahami aspek literasi keuangan serta berbagai mekanisme untuk dapat mengakses peluang pasar dan pembiayaan secara tepat.
Salah satu peserta, Maya, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring sekaligus menambah wawasan dalam mengembangkan usaha.
“Yang pertama tentu silaturahmi dan networking. Kita bisa bertemu dengan sesama pelaku usaha dan menjalin kemitraan yang bisa saling menguntungkan antar-UMKM,” ujar Maya.
Pemilik brand Kalendep itu juga mengatakan, keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut dilatarbelakangi keinginan untuk memperluas pemasaran produk yang dihasilkan.
“Produk saya layak untuk dinikmati semua kalangan. Karena itu saya ingin memperluas pemasaran,” katanya.
Menurut Maya, pemahaman mengenai literasi keuangan juga menjadi hal penting bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya. Akses pembiayaan, kata dia, tidak dapat dilakukan tanpa pemahaman yang memadai mengenai pengelolaan keuangan dan mekanisme pembiayaan.

“Tidak serta-merta kita bisa mengakses pembiayaan. Alhamdulillah, di sini kami dibekali ilmu dari perbankan, OJK, dan Indotrading. Saya kira wawasan ini penting kalau kita ingin mengembangkan usaha,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Syariah Indonesia (BSI), Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Indotrading.
Melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM diharapkan semakin memahami peluang pengadaan barang dan jasa pemerintah, memperluas jaringan kemitraan, serta memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai akses pembiayaan. Dengan demikian, UMKM tidak hanya mampu meningkatkan kapasitas usahanya, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke ekosistem pasar yang lebih luas.
Source: HUMAS JABAR
