Drama Si Jalak Harupat: Debut Manis Sandy Walsh dan Kartu Merah Ganda, Persib Kokoh di Puncak Grup E ACL Two!
KABUPATEN BANDUNG – Si Jalak Harupat kembali bergemuruh! PERSIB Bandung sukses menundukkan wakil Vietnam, Cong Viettel FC, dengan skor tipis 1-0 pada matchday kedua Grup E AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027, Rabu (14/10/2026).
Kemenangan ini bukan sekadar soal tiga poin, melainkan sebuah pernyataan sikap. Berbekal dua kemenangan beruntun, Pangeran Biru kini kokoh memuncaki klasemen Grup E dengan raihan sempurna 6 poin, unggul dua angka dari raksasa Australia, Melbourne Victory.
Debut Bersejarah dan Pengepungan Pangeran Biru
Pelatih Igor Tolic jelas tidak main-main. Lini pertahanan PERSIB menjadi sorotan khusus dengan turunnya Sandy Walsh yang resmi menjalani debut perdananya bersama Pangeran Biru. Walsh berduet apik dengan Julio Cesar dan Kakang Rudianto, sementara Teja Paku Alam mengawal gawang dari serangan.
Lini tengah dan depan diisi oleh deretan bintang: Luciano Guaycochea, kapten Marc Klok, Thom Haye, Ikwan Ali Tanamal, Eliano Reijnders, Mariano Peralta, hingga Rosembergne “Berguinho” Da Silva.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, PERSIB langsung mengambil alih kendali. Pangeran Biru berulang kali mengepung pertahanan tim tamu. Peralta (menit ke-17), Marc Klok (menit ke-27), dan Ikwan Ali Tanamal (menit ke-31) silih berganti menguji kewalahan kiper Cong Viettel, Nguyen Van Viet.
Ketegangan Menjelang Turun Minum
Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya datang di saat-saat krusial babak pertama. Pada menit ke-41, Peralta dijatuhkan bek Cong Viettel, Kyle Colonna, di dalam kotak terlarang. Wasit asal Uni Emirat Arab, Ahmed Darwish, tanpa ragu menunjuk titik putih.
Namun, sebelum eksekusi dilakukan, tensi pertandingan memanas. Terjadi friksi hebat antara Thom Haye dan Rimario yang berujung pada kartu kuning untuk keduanya. Mengabaikan tekanan psikologis tersebut, Peralta tampil dingin. Tendangannya sukses menaklukkan Van Viet, dan Si Jalak Harupat pun meledak! PERSIB unggul 1-0 hingga turun minum.
Babak Kedua: Pesta Kartu Merah!
Memasuki babak kedua, Tolic mencoba mengamankan pertahanan dengan memasukkan Patricio Matricardi menggantikan Kakang Rudianto. PERSIB terus menekan dan nyaris menggandakan keunggulan lewat sundulan Julio Cesar (menit ke-61) yang melambung tipis di atas mistar.
Drama sesungguhnya terjadi pada menit ke-65. Cong Viettel harus bermain dengan 10 pemain setelah Paulinho langsung melihat kartu merah akibat aksi brutal menendang Peralta.
Unggul jumlah pemain, PERSIB melakukan bypass dengan memasukkan Adam Alis, Luka Menalo, dan Balsa Sekulic. Namun, nasib berkata lain. Lima menit berselang, Pangeran Biru juga harus bermain dengan 10 pemain! Kapten Marc Klok diusir wasit setelah menerima kartu kuning kedua. Skor emosi kembali imbang: 10 lawan 10.
Teja Jadi Pahlawan, Puncak Klasemen Menanti
Dalam situasi open battle 10 lawan 10, kedua tim saling balas menyerang. Cong Viettel beberapa kali mengancam, namun kewenangan dan refleks Teja Paku Alam di bawah mistar menjadi tembok tebal yang tak tertembus bagi tim tamu.
Menjelang akhir laga, Tolic memasukkan Danijel Loncar untuk mengunci lini tengah. Kombinasi serangan balik melalui Reijnders, Menalo, dan Haye sempat membuat jantung suporter berdebar, namun pertahanan Cong Viettel mampu bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Skor 1-0 untuk kemenangan PERSIB. Sebuah kemenangan yang lahir dari kerja keras, drama, dan mentalitas baja. Dengan raihan 6 poin dari dua laga, Pangeran Biru kini menjadi penguasa tunggal Grup E ACL Two, dan membuat rival-rivalnya harus mulai waspada!
Source: PERSIB BANDUNG

