PERSIB Tekuk Sabah FC 3-0 di Bali, Beckham Putra Tutup Pesta Gol
GIANYAR, BALI – Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi saksi bisu dominasi PERSIB Bandung pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026. Dalam laga persahabatan bertajuk Dewata Challenge Series 2026, Pangeran Biru menundukkan Sabah FC dengan skor meyakinkan 3-0—sebuah kemenangan yang diraih dengan gaya, determinasi, dan sentuhan akhir yang semakin tajam dari waktu ke waktu.
Tiga gol lahir dari tiga momen berbeda: eksekusi penalti dingin Mariano Peralta di menit ke-28, kecerdasan Luka Menalo membaca ruang di menit ke-76, dan gol penutup manis Beckham Putra Nugraha di penghujung laga, menit ke-89. Tiga gol, tiga cerita, satu pesan tegas: PERSIB siap menatap musim dengan penuh keyakinan.
Hening untuk NTT, Lalu Gemuruh untuk Sepak Bola
Sebelum peluit pertama dibunyikan, suasana Stadion Dipta mendadak hening. Bukan karena ketegangan, melainkan karena empati. Kedua tim berdiri berdampingan, menundukkan kepala dalam hening cipta sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas atas musibah gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur.
Momen singkat itu terasa begitu dalam. Sepak bola, pada akhirnya, bukan sekadar soal gol dan trofi—ia juga tentang kemanusiaan.
Dan begitu peluit kick-off berbunyi, suasana berubah drastis. Tempo langsung naik. Perebutan lini tengah berlangsung sengit sejak menit pertama, seolah kedua tim enggan memberi napas satu sama lain.
Formasi Tolic: Perpaduan Pengalaman dan Keberanian
Pelatih kepala PERSIB, Igor Tolic, menurunkan susunan pemain yang menarik untuk disimak. Di bawah mistar, Teja Paku Alam berdiri sebagai benteng terakhir. Di depannya, kuartet pertahanan diisi Gabriel Mutombo, Kakang Rudianto, Ikhwan Ali Tanamal, dan Patricio Matricardi—kombinasi yang memadukan ketangguhan fisik dengan kecerdasan membaca permainan.
Di lini tengah, Adam Alis mengemban ban kapten dan berduet dengan gelandang asal Jepang, Gakuto Notsuda, dalam peran sebagai pengatur tempo dan distributor bola. Sementara itu, lini depan dipercayakan kepada empat nama yang siap mengancam: Luka Menalo, Mariano Peralta, Uilliam Barros Pereira, dan Balsa Sekulic.
Sebuah formasi yang berani, ofensif, dan jelas dirancang untuk mendominasi.
Babak Pertama: Penalti Dingin Peralta Pecah Kebuntuan
Pertandingan berjalan ketat di awal. Sabah FC, yang datang dengan semangat tinggi, mampu mengimbangi tekanan PERSIB dan bahkan sesekali mengancam balik. Lini tengah menjadi medan pertempuran utama—Adam Alis dan Gakuto bekerja keras memenangkan bola, sementara Sabah FC mencoba memutus ritme dengan pressing agresif.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-28. PERSIB mendapat hadiah penalti, dan Mariano Peralta maju sebagai eksekutor. Tanpa keraguan, tanpa drama berlebihan—satu langkah, satu ayunan kaki, dan bola bersarang mulus di jaring gawang Sabah FC. 1-0 untuk PERSIB.
Gol itu mengubah dinamika. PERSIB semakin percaya diri, sementara Sabah FC dipaksa bermain lebih terbuka untuk mengejar ketertinggalan. Namun hingga peluit babak pertama berbunyi, skor tetap bertahan.
Babak Kedua: Intensitas Naik, Gol-Gol Indah Menyusul
Memasuki paruh kedua, PERSIB kembali mengambil inisiatif serangan. Namun Sabah FC menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang mudah dijinakkan. Tim asal Malaysia itu mampu mengimbangi, bahkan balik menekan di beberapa momen.
Pertengahan babak kedua menjadi fase paling intens. Kedua tim saling jual-beli serangan. Barros sempat mengancam lewat tendangan keras dari luar kotak penalti, namun bola masih menyamping tipis di sisi gawang. Nyaris.
Menit ke-67, Tolic melakukan penyegaran pertama. Matricardi dan Peralta ditarik keluar, digantikan oleh Julio Cesar dan Dedi Kusnandar—sebuah perubahan yang menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang.
Menit ke-76: Gakuto-Menalo, Koneksi yang Mematikan
Dan kemudian, datanglah momen yang membuat tribun bergemuruh.
Gakuto Notsuda, dengan visi seorang playmaker sejati, melepaskan umpan terobosan yang membelah pertahanan Sabah FC. Bola jatuh tepat di jalur lari Luka Menalo. Pemain berpaspor Bosnia-Herzegovina itu menerima bola dengan sempurna, dan dalam sepersekian detik, kiper Sabah FC, Juan Flere, menerjang keluar dari sarangnya.
Tapi Menalo terlalu tenang. Dengan satu gerakan halus, ia menghindari terjangan Flere, lalu dengan kaki yang masih stabil, menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong. Gol. 2-0.
Bukan sekadar gol—itu adalah demonstrasi ketenangan dan kecerdasan di momen krusial.
Penyegaran Lanjutan dan Drama Menit-Menit Akhir
Tolic kembali melakukan rotasi. Gakuto dan Kakang ditarik, digantikan oleh dua nama yang tak asing bagi Bobotoh: Marc Klok dan Faris Abdul Hafizh. Kehadiran Klok langsung terasa—pengalamannya mengatur tempo dan distribusi bola memberikan dimensi baru di lini tengah Pangeran Biru.
Menit-menit berikutnya, PERSIB nyaris menambah gol ketiga. Sekulic berhasil merebut bola dari kiper pengganti Sabah FC, Moh. Ramzi, yang baru masuk. Namun sang penjaga gawang dengan sigap kembali merebut bola sebelum Sekulic sempat melepaskan tembakan. Peluang emas terbuang, tapi sinyal bahaya sudah jelas.
Menit ke-89: Beckham Putra, Nama yang Selalu Punya Cerita
Menit ke-86, Tolic melakukan pergantian terakhir. Barros dan Menalo keluar, digantikan oleh Beckham Putra Nugraha dan Athaya Zahran. Publik Dipta tahu: Beckham masuk, berarti ada sesuatu yang akan terjadi.
Dan benar saja. Hanya butuh tiga menit bagi Beckham untuk mencatatkan namanya di papan skor.
Marc Klok, dengan ketenangan khasnya, menyodorkan bola ke arah Beckham. Tanpa banyak kontrol, tanpa keraguan, Beckham menyambutnya dan melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau. 3-0. Gol yang sederhana dalam proses, namun indah dalam eksekusi—khas Beckham.
Stadion bergemuruh. Malam di Gianyar terasa semakin hangat.
Peluit Panjang: Tiga Gol, Nol Kebobolan, Satu Pernyataan
Empat menit tambahan waktu diberikan, namun tak ada lagi yang berubah. Kondisi fisik kedua tim tampak sudah menurun—wajar untuk sebuah laga pramusim di tengah persiapan intensif. Peluit panjang berbunyi, dan skor 3-0 terpampang tegas.
PERSIB menang. Bukan sekadar menang, tetapi menang dengan cara yang meyakinkan: solid di belakang, kreatif di tengah, dan tajam di depan.
Bagi Igor Tolic, laga ini lebih dari sekadar hasil akhir. Ini adalah laboratorium taktik, ajang rotasi, dan kesempatan melihat bagaimana setiap pemain merespons tekanan. Dan malam ini, hampir semua jawaban yang ia dapat adalah jawaban yang tepat.
Bagi Bobotoh yang menyaksikan dari layar kaca maupun tribun Dipta, satu hal jelas: Pangeran Biru sedang membangun sesuatu yang spesial.
Dan musim, belum benar-benar dimulai.
Dewata Challenge Series 2026 | Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali PERSIB 3 – 0 Sabah FC Peralta 28′ (P) | Menalo 76′ | Beckham 89′
Source: PERSIB BANDUNG

