Peresmian Pusat Kebudayaan Tionghoa Jawa Barat, Abah Anton dan Kang Dedi Mulyadi Tegaskan Budaya adalah Jembatan Persatuan
BANDUNG – Bandung kembali mencatatkan sejarah harmoni budaya. Pada Selasa, 25 Agustus 2026, Gedung Pusat Kebudayaan Tionghoa Jawa Barat (PKTJ) di Jalan Nana Rohana No. 99 menjadi saksi bisu peresmian sebuah ruang kolaborasi yang monumental. Ketua MASDA Jawa Barat, Abah Anton Charliyan, hadir langsung mendampingi Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), dalam agenda bersejarah yang menyatukan berbagai elemen masyarakat ini.
Digagas oleh Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP) – Buddha Tzu Chi Jabar di bawah pimpinan Herman Wijaya, peresmian ini bukan sekadar seremonial belaka. Acara ini menjadi ajang pertemuan akbar yang dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, sesepuh Sunda, tokoh Tionghoa, serta perwakilan masyarakat yang mewakili wajah Jawa Barat yang sesungguhnya: majemuk, guyub, dan saling menghargai.
Gubernur Kang Dedi Mulyadi memberikan penekanan yang sangat mendalam mengenai identitas budaya di tanah Pasundan. Ia menegaskan bahwa budaya Tionghoa bukanlah entitas yang terpisah, melainkan telah lama merasuk dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Sunda. Kang Dedi Mulyadi berharap, keberadaan Pusat Kebudayaan Tionghoa ini akan menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi, sinergi, serta akulturasi antara budaya Sunda dan Tionghoa di masa depan.
Senada dengan visi tersebut, Abah Anton Charliyan membawa perspektif yang lebih filosofis dan menyentuh hati. Baginya, budaya adalah bahasa universal yang mampu meruntuhkan tembok-tembok pemisah dan menyatukan masyarakat tanpa sekat ras, etnis, maupun agama.
Dalam acara tersebut, Abah Anton melontarkan pernyataan tegas yang menjadi inti dari nilai keberagaman.
“Sudah bukan zamannya lagi ada istilah mayoritas dan minoritas. Melalui budaya, semuanya menjadi satu: Bangsa Indonesia,” ujar Abah Anton.
Pernyataan ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak bahwa perbedaan latar belakang bukanlah alasan untuk terpecah belah. Bagi MASDA Jawa Barat, keberagaman budaya yang ada justru dipandang sebagai kekuatan utama dan fondasi dalam membangun persatuan, kerukunan, serta kebersamaan di seluruh wilayah Jawa Barat.
Suasana hangat dan kekeluargaan terus berlanjut usai acara peresmian. Para tokoh dan undangan diajak berkeliling menelusuri jejak sejarah serta kekayaan seni di Museum Pusat Kebudayaan Tionghoa. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan santap siang bersama dan menikmati pagelaran budaya Tionghoa yang memukau, menyisakan kesan mendalam bagi seluruh hadirin.
Berbeda dalam budaya, namun mutlak bersatu dalam Indonesia. Semangat Bhinneka Tunggal Ika telah dibuktikan hari ini di Bandung, menjadi kekuatan bersama untuk membawa Jawa Barat dan Indonesia melangkah lebih jauh dalam kedamaian dan kemajuan.

