Mengapa Nobar Selalu Menjadi Tradisi Saat Piala Dunia 2026?
SATUBIRU.COM – Setiap kali Piala Dunia digelar, tradisi nonton bareng atau nobar hampir selalu hadir di berbagai tempat. Mulai dari rumah, warung kopi, hingga ruang publik, masyarakat berkumpul untuk menyaksikan pertandingan bersama. Padahal, di era digital seperti sekarang, pertandingan dapat ditonton dengan mudah melalui televisi maupun ponsel pribadi. Namun, banyak orang tetap memilih menikmati pertandingan secara bersama daripada sendirian.

Fenomena ini menunjukkan bahwa Piala Dunia bukan sekadar tontonan olahraga. Lebih dari itu, Piala Dunia merupakan pengalaman sosial yang menghadirkan emosi kolektif. Sorak gembira saat gol tercipta, ketegangan ketika adu penalti, hingga kekecewaan saat tim favorit kalah terasa lebih bermakna ketika dirasakan bersama. Inilah yang membuat pengalaman nobar sulit tergantikan oleh layar pribadi.
Nobar juga mempertemukan orang-orang dari berbagai latar belakang. Selama pertandingan berlangsung, perbedaan usia, profesi, maupun status sosial seolah menghilang. Semua orang memiliki fokus yang sama, yaitu mendukung tim favorit dan menikmati pertandingan. Di tengah kehidupan yang semakin individual karena teknologi, Piala Dunia menjadi salah satu sedikit momen yang masih mampu menghadirkan interaksi langsung di ruang publik.
Selain mempererat kebersamaan, nobar juga membawa dampak ekonomi. Warung kopi, pedagang makanan dan minuman, penjual atribut, hingga pelaku UMKM biasanya mengalami peningkatan aktivitas selama turnamen berlangsung. Antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia menciptakan peluang usaha baru sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.

Dukungan terhadap tradisi nobar juga datang dari pemerintah dan TVRI. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengimbau pemerintah daerah menyediakan ruang publik untuk penyelenggaraan nobar, sementara Direktur Utama LPP TVRI, Tubagus Fiki Chikara Satari, melihat momentum Piala Dunia 2026 sebagai kesempatan menghadirkan hiburan yang menyatukan masyarakat sekaligus menghidupkan aktivitas UMKM. Hal ini menunjukkan bahwa nobar tidak lagi dipandang sebagai sekadar kegiatan menonton pertandingan, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Pada akhirnya, tradisi nobar bertahan bukan karena masyarakat tidak bisa menonton sendiri, melainkan karena Piala Dunia selalu menghadirkan pengalaman yang lebih berarti ketika dinikmati bersama. Di balik setiap pertandingan, ada ruang untuk berbagi emosi, membangun percakapan, dan mempererat kebersamaan. Itulah yang membuat nobar selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap perhelatan Piala Dunia.
