PERSIB Ajak Masyarakat Peduli Penyintas Kanker
Bandung, 8 Agustus 2026 – Ada yang berbeda ketika Grha PERSIB di Jalan Sulanjana No. 17, Kota Bandung, membuka pintunya pada Sabtu sore itu. Bukan sekadar konferensi pers biasa, bukan pula sekadar pengumuman transfer pemain. Di balik tembok bangunan bersejarah tersebut, Pangeran Biru kembali membuktikan bahwa sepak bola bisa menjadi lebih dari sekadar permainan di atas rumput hijau.

Lebih dari Sekadar Pengumuman Pemain
Menjelang bergulirnya musim 2026/2027, PERSIB kembali menghidupkan semangat Positive Movement—sebuah kampanye yang telah menjadi identitas klub dalam menyatukan euforia sepak bola dengan kepedulian sosial. Kali ini, momentum pengenalan pemain baru dirangkaikan dengan aksi kemanusiaan yang menyentuh hati: penggalangan dana untuk para penyintas kanker anak di bawah naungan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI).
Format pengumuman pun dikemas secara segar dan inklusif. Melalui sesi podcast yang disiarkan langsung di kanal YouTube resmi PERSIB, ribuan Bobotoh dari berbagai penjuru Nusantara tidak hanya menjadi penonton pasif. Mereka diajak ikut serta dalam gelombang kebaikan—berdonasi secara daring, menyapa pemain baru, dan merasakan bahwa menjadi bagian dari PERSIB berarti juga menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar.
Ketika Jajaran Manajemen Turun Tangan
Suasana di Grha PERSIB terasa hangat ketika jajaran komisaris dan direksi PT PERSIB Bandung Bermartabat, bersama para tamu undangan, secara bergantian menyerahkan donasi pribadi. Tidak ada sekat antara petinggi klub dan masyarakat. Semua melebur dalam satu tujuan: menghadirkan senyum bagi anak-anak yang tengah berjuang melawan kanker.
Komisaris PT PERSIB Bandung Bermartabat, Kuswara S. Taryono, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Kepada para donatur, PERSIB mengucapkan terima kasih atas kepeduliannya terhadap para penyintas kanker yang dibina di yayasan ini. Kita berharap, kegiatan ini memberikan banyak manfaat buat kita semua dan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Kuswara dengan nada penuh ketulusan.
Pesan itu sederhana, namun menggarisbawahi filosofi yang terus dipegang PERSIB: klub sepak bola bukan hanya entitas olahraga, melainkan bagian tak terpisahkan dari denyut nadi masyarakat.
Jejak Enam Gerakan Positif
Kegiatan di Grha PERSIB ini menandai Positive Movement keenam dalam rangkaian pengenalan pemain PERSIB. Sebelumnya, kampanye ini telah menjelma dalam berbagai bentuk yang kreatif dan membumi: mengayuh sepeda bersama komunitas gowes, menyumbangkan darah melalui aksi donor darah massal, menggambar bersama anak dan ayah dalam suasana penuh tawa, memungut sampah dalam aksi bersih-bersih lingkungan, hingga memainkan angklung bersama—merayakan warisan budaya Sunda sambil mempererat tali silaturahmi.
Enam gerakan, enam cerita, satu benang merah: PERSIB hadir bukan hanya untuk memenangkan trofi, tetapi juga untuk memenangkan hati.
Danijel Loncar: Benteng Baru dari Tanah Balkan
Di tengah nuansa kemanusiaan yang kental, PERSIB secara resmi mengungkap sosok yang akan memperkuat lini belakang mereka musim depan: Danijel Loncar, bek tengah asal Kroasia berusia 29 tahun.
Loncar didatangkan dari klub Liga Polandia, Pogon Szczecin, dengan kontrak berdurasi dua tahun. Posturnya yang kokoh, kemampuan membaca permainan yang tajam, serta pengalaman merumput di kompetisi Eropa menjadikannya tambahan strategis bagi skuad Pangeran Biru yang bertekad mempertahankan supremasi di Liga 1.

Melanjutkan Warisan Kroasia di Bandung
Kehadiran Loncar juga menorehkan catatan menarik dalam sejarah klub. Ia menjadi pemain Kroasia kedua yang mengenakan seragam biru PERSIB, mengikuti jejak Mateo Kocijan—sosok yang turut mengukir sejarah dengan mengantarkan Pangeran Biru meraih gelar juara Liga 1 musim 2024/2025.
Fakta ini seolah menegaskan bahwa ada “koneksi Balkan” yang mulai tumbuh di Kota Kembang. Dan bagi Bobotoh, setiap pemain baru bukan sekadar nama di daftar skuad—melainkan harapan baru, cerita baru, dan alasan baru untuk memenuhi stadion dengan nyanyian.
Sabtu itu, di sudut Jalan Sulanjana, sepak bola dan kemanusiaan berjalan beriringan. PERSIB sekali lagi mengingatkan bahwa di balik setiap tekel, setiap gol, dan setiap peluit akhir, ada nilai yang lebih abadi: kepedulian. Dan bersama Danijel Loncar, Pangeran Biru siap menulis babak baru—di lapangan, dan di hati masyarakat.
Source: PERSIB BANDUNG
#PositiveMovement #PERSIB #BobotohUntukKemanusiaan