Gol Mariano Peralta Bawa Persib Bandung Kembali Ke Asia
KABUPATEN BANDUNG, SATUBIRU.COM – Ketegangan memuncak di Stadion Si Jalak Harupat! PERSIB Bandung akhirnya memastikan tiket berharga ke fase grup AFC Champions League (ACL) Two 2026/2027. Bermain di hadapan pendukung setia, Pangeran Biru harus menguras energi dan menunggu hingga menit-menit krusial untuk menaklukkan Manila Digger dengan skor tipis 1-0, pada Senin (31/8/2026) malam.
Gol yang menjadi penentu kemenangan sekaligus tiket lolos ke Grup E ini baru tercipta pada menit ke-89. Berkat kilatan magis Mariano Peralta, sang penyerang asal Argentina itu sukses menjadi pahlawan malam itu, membebaskan PERSIB dari ancaman babak tambahan waktu.

Tembok Baja Manila Digger dan Kegagalan Peluang Emas
Pertandingan sejatinya berjalan seperti partai catur yang alot sejak peluit kick-off dibunyikan. Manila Digger datang ke Bandung bukan sebagai bulan-bulanan; mereka membangun tembok pertahanan yang sangat rapat dan merepotkan lini ser Maung Bandung. Babak pertama pun terpaksa ditutup tanpa gol.
Menyadari ancaman tersebut, PERSIB langsung meningkatkan intensitas serangan selepas turun minum. Sisi kiri yang dihuni oleh Ragnar Oratmangoen menjadi rute utama untuk mengobrak-abrik pertahanan tamu. Namun, finishing akhir masih menjadi momok.
Pada menit ke-53, Luka Menalo sejatinya memiliki kans emas untuk memecah kebuntuan, namun sayangnya tembakan masih melebar dari sasaran. Lima menit berselang, giliran Kakang Rudianto yang berani maju membantu serangan, tapi bola sepakan masih belum mampu menjebol jala.
Sentuhan Taktik Igor Tolic
Melihat ancaman babak tambahan waktu yang mulai mengintai, Pelatih Igor Tolic tidak tinggal diam. Menit ke-65, ia mengambil risiko dengan melakukan double change dengan menarik Luka Menalo dan Adam Alis, lalu memasukkan Rosembergne Da Silva (Berguinho) serta Thom Haye untuk menambah daya gedor di lini tengah dan depan.
Tekanan bertubi-tubi terus diberikan. Menit ke-77, Tolic kembali melakukan penyesuaian dengan memasukkan Danijel Loncar menggantikan Kakang Rudianto, sekaligus menarik Ragnar Oratmangoen untuk menyegarkan stamina.
Drama Menit ke-89 dan Ujian Grup E
Waktu normal terus berjalan dan skor kacamata masih bertahan. Bayang-bayang extra time 2×15 menit mulai menghantui. Namun, mentalitas juara PERSIB menolak untuk menyerah pada nasib.

Pada menit ke-89, kesabaran PERSIB akhirnya terbayar. Berawal dari umpan matang Berguinho yang menemukan celah, Peralta yang berada di posisi ideal dengan dingin melepaskan tembakan kaki kirinya. Bola melesat tak terbendung dan bersarang di pojok gawang Manila Digger. PERSIB unggul 1-0.
Memasuki injury time, PERSIB sejatinya bisa mengunci kemenangan lebih meyakinkan. Balsa Sekulic mendapat peluang emas di dalam kotak penalti, namun ia kesulitan melakukan penyelesaian akhir. Sekulic yang terlihat kelelahan akhirnya ditarik keluar dan digantikan oleh Julio Cesar untuk mengamankan bola di menit-menit akhir.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga usai, keunggulan 1-0 berhasil dipertahankan. PERSIB sukses mengulang sejarah manis saat menyingkirkan Manila Digger di babak kualifikasi Asia.
Tantangan Berat di ‘Neraka’ Grup E
Tiket ke fase grup ini bukan hanya soal kebanggaan, melainkan awal dari ujian sesungguhnya bagi skuad asuhan Igor Tolic. Di Grup E, Maung Bandung akan menghadapi persaingan sengit level kontinental.
Peralta dkk akan berhadapan dengan raksasa Korea Selatan, FC Seoul, klub tangguh asal Australia, Melbourne Victory, serta wakil Vietnam yang sedang naik daun, The Cong-Viettel FC. Sebuah grup yang diprediksi akan menjadi “neraka” kecil, namun sekaligus menjadi panggung pembuktian bahwa PERSIB Bandung siap kembali menaklukkan Asia.
Source: PERSIB BANDUNG
