Siapkan Generasi Tangguh, Pemkot Bandung Dorong Pelajar Berkarakter dan Inovatif
KOTA BANDUNG – Wakil Wali Kota Bandung Erwin menegaskan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi langkah awal membentuk karakter dan menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan saat penutupan MPLS SMAN 28 Bandung (21/7/2026).
Erwin mengatakan, MPLS bukan sekadar kegiatan orientasi, tetapi proses membangun karakter, kepemimpinan, dan kesiapan pelajar menghadapi perkembangan teknologi.

“Pemuda-pemudi hari ini adalah calon pemimpin di masa depan. Kalau kalian ingin menjadi pemimpin, menjadi pengusaha, menjadi ilmuwan, atau menjadi dokter di masa depan, kalian harus menjadi generasi yang sesuai dengan zamannya. Generasi yang inovatif, generasi yang siap menghadapi perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI),” ujar Erwin.
Ia mengajak seluruh peserta didik memanfaatkan masa sekolah untuk belajar secara sungguh-sungguh agar mampu meraih cita-cita dan membanggakan keluarga.
“MPLS saat ini bukan akhir, tetapi awal kalian melangkah menuju masa depan. Perlu keseriusan agar kalian bisa menjadi kebanggaan keluarga dan memberikan manfaat bagi bangsa,” katanya.
Erwin menjelaskan, pelajar perlu memiliki lima kesadaran sebagai bekal menghadapi masa depan, salah satunya kesadaran beragama sebagai fondasi pembentukan karakter.
Ia juga mengingatkan pentingnya semangat belajar, membangun pergaulan yang positif, serta aktif mengikuti organisasi di sekolah maupun lingkungan masyarakat.
“Jangan hanya menjadi kutu buku. Bergaullah di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Dari situ kalian belajar komunikasi, kerja sama, dan menghargai orang lain,” ujarnya.

Menurut Erwin, organisasi menjadi wadah membentuk jiwa kepemimpinan karena calon pemimpin lahir dari pengalaman bekerja sama dan memimpin.
“Calon pemimpin rata-rata lahir dari organisasi. Di sanalah kalian ditempa menjadi pribadi yang mampu memimpin dan bekerja sama,” katanya.
Erwin menambahkan, pemimpin yang baik harus memiliki kualitas intelektual, emosional, dan spiritual yang berkembang secara seimbang.
Ia juga mendorong pelajar terus menambah pengalaman, memperluas wawasan, serta aktif berdiskusi dengan guru dan orang tua.
“Masih banyak yang harus dipelajari. Teruslah menambah pengalaman dan wawasan, serta jangan sungkan berdiskusi dengan ayah, ibu, maupun guru,” pesannya.
Di akhir sambutan, Erwin mengapresiasi pelaksanaan MPLS SMAN 28 Bandung yang berlangsung tertib dan edukatif.
Sementara itu, Kepala SMAN 28 Bandung Ai Sumiati melaporkan, seluruh 252 peserta didik baru mengikuti MPLS dengan disiplin dan dinyatakan lulus.

“Sebanyak 252 peserta mengikuti MPLS dengan kehadiran, keaktifan, dan kedisiplinan yang baik. Seluruhnya dinyatakan lulus,” ujar Ai Sumiati.
Source: HUMAS JABAR
